Sementara itu, sepanjang Philip Street menuju menuju rumah sakit Life & Healthy, Reta tak bisa berhenti bertanya dalam hati. Kenapa Ghea bisa bersama Nathan? Apa mereka membuat janji temu setelah pertemuan pertama di restoran Melokal? Sudah berapa lama Nathan menemani Ghea di IGD? Pertanyaan yang tak menentu memenuhi pikirannya. Belum lagi bayangan mengerikan soal kondisi Ghea mengingat Ghea harus ditangani di IGD.
Reta langsung berlari setelah turun dari taksi. Sesampai di ruang tunggu IGD, Reta melihat Nathan keluar dari dalam ruang IGD.
“Hai, Nathan!” sapa Reta.
Nathan sempat terkejut dan menoleh ke arah suara. “Reta?”
“Iya, aku Reta. Gimana kondisi Ghea?”
“Kata dokter sudah cukup baik.” Nathan berjalan menjauhi pintu masuk IGD, menuju kursi tunggu, dan berdiri menghadap Reta.
“Jadi gimana kejadiannya? Kenapa Ghea masuk IGD?”
“Ghea overdosis obat antidepresan.”
“Hah?” Reta terpangah, kedua matanya melebar.
“Diduga sudah tiga bulan Ghea mengonsumsinya. Hari ini Ghea minum lebih dari dosis yang dianjurkan.”
“Astaga! Ghea…” Reta tidak bisa berkata-kata. Wajahnya menangkup ke kedua telapak tangannya karena menahan tangis.
“Dokter menduga Ghea memendam banyak masalah sendirian. Parahnya lagi, diantara masalah itu sepertinya ada yang meninggalkan luka yang mendalam baginya. Lalu sekarang ada masalah baru yang memicu luka lama dan sakit hati yang luar biasa.”
Nathan terdiam, berusaha tidak kelewat batas dalam menjelaskan kondisi Ghea. Apalagi dia mengetahui masalah antara Ghea dan Deryl.
“Ghea sekarang sedang menunggu kamu. Masuk saja. Dia di bilik nomor satu,” lanjut Nathan.
Reta mengusap air matanya sambil mengangguk.
“Aku ambil obat dan minuman dulu,” lanjut Nathan.
“Oke. Thanks ya. Nathan, nanti…kamu kembali kesini, kan?”
“Tentu saja.”
Nathan langsung berbalik meninggalkan Reta menuju kantin rumah sakit. Reta menatap punggung Nathan yang perlahan mulai menjauh. Biarpun Nathan bukan siapa-siapa, Reta masih tidak nyaman dengan kenyataan bahwa Nathan berada di samping Ghea. Mulanya tidak ingin peduli, tapi kebersamaan Nathan dan Ghea tak henti mengganggu pikirannya.
“Apa Ghea dan Nathan ngedate? Nathan tahu ga ya kalau Ghea sudah punya Deryl? Apa Nathan jadi tempat pelarian Ghea?” gumam Reta dengan nada sedikit menggerutu. Ada rasa cemburu menjalar di hatinya.
Penulis : risandrea

Comments (0)