Skip to content
9 Tradisi Unik Idul Adha di Berbagai Daerah di Indonesia_ Nomor 7 Paling Beda

Idul Adha 2025 atau 10 Dzulhijjah 1446H jadi seru banget dengan adanya beragam tradisi unik di Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Jakarta, 01 Juni 2025 – TemanHealing.id

Hi, Bestie Healing!

Sebentar lagi Idul Adha, nih! Ternyata Idul Adha, atau yang sering disebut juga Hari Raya Kurban, bukan cuma tentang menyembelih hewan kurban dan bagi-bagi daging aja, lho. Kalau pada umumnya Idul Adha dirayakan dengan salat Idul Adha berjamaah yang diikuti dengan penyembelihan hewan kurban, di beberapa daerah di Indonesia, ada tradisi unik untuk merayakan Idul Adha.

Perayaan Idul Adha justru dihiasi dengan tradisi-tradisi unik yang nggak ditemukan di tempat lain. Mulai dari pawai hewan kurban sampai tradisi makan bersama yang rame-rame banget, semuanya punya ciri khas masing-masing.

Yuk, jalan-jalan virtual bareng TemanHealing.id dan lihat gimana serunya perayaan Idul Adha di beberapa daerah di Nusantara dari Sabang sampai Merauke!

Baca juga:

1. Meugang di Aceh

Selain di waktu Ramadan, tradisi Meugang juga dilakukan menjelang Idul Adha. Tradisi ini dilakukan warga Aceh dengan memasak daging dalam jumlah besar menjadi kari atau rendang khas Aceh, lalu dibagikan ke tetangga, keluarga, bahkan ke orang tak mampu. Tradisi ini sudah ada sejak zaman Kesultanan Aceh dan jadi simbol berbagi rezeki dan kepedulian sosial. Nggak heran kalau suasana Idul Adha di Aceh selalu terasa istimewa.

2. Manjalang Mamak di Sumatera Barat

Manjalang Mamak di Sumatera Barat
Image: antaranews.com

Di Ranah Minang, selain menyembelih hewan kurban, masyarakat punya kebiasaan unik saat Idul Adha, yaitu manjalang mamak atau mengunjungi saudara dari garis ibu. Momen ini jadi ajang silaturahmi antar keluarga besar, sambil membawa hasil masakan dari daging kurban. Biasanya masakannya berupa rendang, sate, atau gulai – khas Minang banget! Tradisi ini mempererat hubungan kekeluargaan yang sangat dijunjung tinggi di budaya Minangkabau.

3. Apitan di Semarang

Warga Semarang punya cara unik buat nunjukin rasa syukur mereka lewat tradisi Apitan. Di acara ini, hasil panen dan ternak diarak keliling kampung, terus dibagiin ke warga. Tujuannya buat bersyukur atas rezeki yang udah didapat. Selain itu, tradisi ini juga ngajarin pentingnya kebersamaan dan saling berbagi, apalagi pas momen Idul Adha.

4. Grebeg Besar Kraton di Yogyakarta

Sebenarnya perayaan ini bagian dari tradisi keraton dan bukan kurban langsung, tapi dilakukan bertepatan dengan Idul Adha. Jadi, Kraton mengadakan Grebeg Besar yaitu kirab gunungan hasil bumi dari dalam istana ke Masjid Gedhe Kauman. Gunungan ini kemudian diperebutkan oleh warga karena dipercaya membawa berkah. Ini menggambarkan bagaimana budaya dan agama menyatu dalam kehidupan masyarakat Jawa. Kalau ini sih lebih megah dan sakral, ya!

Baca juga:

5. Gamelan Sekaten di Surakarta

Di Surakarta, perayaan Idul Adha disemarakkan dengan lantunan Gamelan Sekaten. Musik gamelan ini tidak sekadar hiburan, melainkan lambang kejayaan budaya Islam di tanah Jawa. Tabuhan gamelan mulai terdengar setelah salat Id dan menjadi bagian dari rangkaian acara keagamaan, menunjukkan keharmonisan antara budaya dan spiritualitas.

6. Kepungan Kurban di Gresik

Tradisi kepungan adalah makan bersama dalam satu wadah besar setelah penyembelihan hewan kurban. Mereka duduk lesehan melingkar, menyantap daging kurban yang sudah dimasak menjadi berbagai hidangan khas. Hangat banget suasananya, ya!

7. Mepe Kasur di Banyuwangi

Mepe Kasur di Banyuwangi Tradisi Uniik Idul Adha
image: kolomdesa.com

Mepe Kasur berarti “menjemur kasur” di halaman rumah. Kasur yang dijemur biasanya kasur khas Osing yang berwarna merah dan hitam, dengan pola kotak-kotak. Kasur dijemur dengan posisi terbalik (bagian dalam menghadap luar) sebagai simbol “menolak bala” atau mengusir energi negatif.

8. Mendak Sapi di Lombok, Nusa Tenggara Barat

Mendak Sapi di Lombok Nusa Tenggara Barat Tradisi Idul Adha
Image: detik.com

Mendak Sapi dilakukan sebelum menyembelih hewan kurban. Tradisi ini mirip kayak arak-arakan, di mana sapi atau kerbau kurban dihias dengan kain dan ornamen warna-warni, lalu diarak keliling kampung diiringi musik tradisional Sasak. Tujuannya? Selain bentuk rasa syukur, juga sebagai hiburan dan ajang silaturahmi warga. Apakah Bestie pernah ke Lombok untuk nonton tradisi ini?

9. Mbolo Weki di Bima, Nusa Tenggara Barat

Di Bima, ada tradisi unik bernama Mbolo Weki, yaitu makan bersama satu kampung setelah kurban dilakukan. Uniknya, semua warga, tanpa memandang status sosial atau ekonomi, seluruh desa duduk bersama di satu tempat dan menikmati hidangan yang disiapkan dari daging kurban. Tradisi ini menonjolkan semangat gotong royong dan kesetaraan sosial.

Beda Daerah, Sama Semangatnya

So, dari Sabang sampai Merauke, meskipun caranya berbeda-beda, semangat Idul Adha tetap sama, ya Bestie Healing! Ada berbagi, bersyukur, dan mempererat tali silaturahmi. Tradisi-tradisi unik ini nggak cuma memperkaya budaya Indonesia, tapi juga bikin perayaan Idul Adha jadi lebih bermakna dan berwarna.

Jadi, tahun ini kamu rayain Idul Adha di mana, nih? Siapa tahu ada tradisi unik juga di tempat kamu! Jangan ragu untuk bagikan di kolom komentar, ya!

Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat menikmati Ramadan dengan keberagaman festival yang menarik ini!

Marhaban ya Ramadhan! Selamat berpuasa dan semoga bulan puasa ini membawa berkah bagi kita semua ya Bestie!

Jangan lupa ikuti juga media sosial TemanHealing.id untuk menjadi Bestie Healing kami dan tentunya untuk mendapatkan informasi terkini dari TemanHealing seputar wisata, kuliner, dan berita menarik lainnya. Semoga informasi ini bermanfaat.

Penulis: Mandrias
Baca juga:

Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Search