
PSSI sedang memproses lima calon pelatih baru Timnas Indonesia setelah era Patrick Kluivert berakhir, dari Timur Kapadze hingga Jesus Casas masuk radar PSSI. Baca daftar kandidat lengkap dan update terbaru proses seleksinya!
Jakarta, 21 November 2025 – TemanHealing.id
Hi, Bestie Healing!
Drama kursi pelatih Timnas Indonesia lagi rame banget! Setelah gagal melaju ke Piala Dunia 2026, fans langsung penasaran: “Siapa nih yang bakal mimpin Garuda selanjutnya?”
Dalam konferensi pers di GBK Arena (20/11/2025), PSSI kasih sedikit bocoran soal prosesnya. Ketua BTN, Sumardji, bareng Sekjen PSSI, Yunus Nusi, bilang kalau mereka lagi ngolah lima nama calon pelatih baru pengganti Patrick Kluivert.
Mulai minggu depan, Sumardji dan Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, bakal ngejalanin serangkaian uji kelayakan buat milih yang paling cocok.
Di medsos, dua nama yang paling sering muncul adalah Jesus Casas dan Ange Postecoglou—dua pelatih asing dengan CV yang kece. Tapi PSSI ngingetin, semua kandidat yang lagi dipertimbangkan punya kualitas yang sama-sama layak diperhitungkan.
Lantas, siapa saja ya nama-nama yang paling santer dipercaya masuk ke dalam lima daftar pelatih baru Timnas Indonesia? Ini dia informasi selengkapnya yang TemanHealing.id kumpulkan untuk Bestie!
Timur Kapadze, Kandidat Pelatih yang Makin Kuat
Nama Timur Kapadze tiba-tiba jadi perbincangan panas setelah ia dikabarkan mendarat di Jakarta pada Jumat (21/11/2025). Pelatih asal Uzbekistan yang kini berstatus free agent itu disebut-sebut serius mendekati kursi pelatih Timnas Indonesia.
Kalau Kapadze resmi dikontrak, ia bakal mencetak sejarah sebagai pelatih pertama dari Asia Tengah yang memimpin Timnas Indonesia—mematahkan tradisi pelatih dari Eropa, Asia Tenggara, atau Asia Timur yang selama ini mendominasi.
Kapadze juga datang dengan prestasi besar: dialah sosok yang berhasil membawa Uzbekistan lolos ke Piala Dunia, membuatnya jadi salah satu kandidat terpanas di bursa pelatih Asia.
Singkatnya, Kapadze adalah opsi mengejutkan tapi menjanjikan untuk membuka babak baru Tim Garuda.
5 Calon Pelatih Baru Timnas Indonesia
PSSI masih merahasiakan kelima nama calon pelatih karena alasan privasi dan kontrak yang masih berjalan di klub/tim masing-masing. Jadi PSSI nggak bisa buka identitas mereka dulu.
Walaupun PSSI belum merilis siapa saja calon pelatih timnas, ada lima nama yang makin santer dibicarakan dan kemungkinan besar masuk dalam daftar kandidat tersebut.
Satu hal yang udah pasti: Shin Tae-yong nggak termasuk dalam daftar. Walaupun STY punya tempat spesial di hati publik, PSSI menilai eranya sudah selesai dan sekarang saatnya masuk fase baru.
Nah, berikut ini 5 daftar kuat calon pelatih baru Timnas Indonesia:
1. Ange Postecoglou
Ange Postecoglou jadi salah satu kandidat terkuat buat pelatih Timnas. Pelatih Australia berdarah Yunani ini terkenal dengan gaya main modern dan pengalaman segudang.
Namanya melejit setelah membawa Tottenham Hotspur juara Liga Europa 2024/2025. Sebelumnya, ia juga sukses besar bareng Celtic, Brisbane Roar, South Melbourne, bahkan Yokohama F. Marinos di Jepang.
Ia juga pernah bawa Australia juara Piala Asia 2015, buktiin kalau dia paham banget sepak bola Asia. Meski sempat mengalami masa sulit di Nottingham Forest, rekam jejaknya tetap solid.
Singkatnya: pengalaman global, prestasi lengkap, dan gaya main progresif bikin Ange jadi kandidat yang paling dilirik.
2. Paulo Bento
Paulo Bento juga masuk radar kuat sebagai calon pelatih Timnas. Pelatih asal Portugal ini punya pengalaman matang ngurus tim nasional dan dikenal jago ngebangun struktur permainan yang rapi.
Bento bikin Korea Selatan tampil solid selama empat tahun, dengan catatan keren: 35 menang, 13 seri, 9 kalah dari 57 laga. Puncaknya, ia sukses bawa Korea Selatan tembus 16 besar Piala Dunia 2022 sebelum kalah dari Brasil.
Habis itu, dia lanjut melatih UEA selama dua tahun dengan hasil cukup oke: 14 menang, 5 seri, 7 kalah. Walau performa di akhir agak turun, pengalaman yang ia bawa tetap nggak main-main.
Bento juga punya rekam jejak di Eropa, termasuk memimpin Sporting Lisbon. Dengan pengalamannya di Asia dan gaya main yang terorganisasi, Paulo Bento jadi salah satu opsi paling realistis buat PSSI.
3. Jesus Casas
Jesus Casas jadi nama yang paling sering dibahas netizen, apalagi setelah sukses bareng timnas Irak. Pelatih asal Spanyol ini memimpin Irak dari November 2022 sampai Maret 2025.
Dari 33 laga, Casas mencatat 20 kemenangan, 4 seri, dan 9 kalah. Timnya juga produktif banget: 75 gol dicetak! Gaya main ofensif khas Spanyol benar-benar kebawa ke Asia.
Prestasi terbaiknya? Ia sukses bawa Irak juara Piala Teluk 2022/2023—bukti kalau sentuhan taktiknya cocok untuk sepak bola modern dan agresif.
Casas juga bukan orang baru di level elite. Ia pernah jadi analis di era kejayaan Barcelona-nya Luis Enrique (treble 2014/2015!) dan juga jadi asisten pelatih timnas Spanyol di beberapa era pelatih.
Dengan perpaduan pengalaman Eropa dan Asia, Jesus Casas dinilai cocok dengan arah permainan Indonesia yang lagi diarahkan ke sepak bola cepat dan progresif.
4. Juan Antonio Pizzi
Juan Antonio Pizzi juga masuk radar karena pengalaman luasnya di Asia. Pelatih kelahiran Argentina yang berpaspor Spanyol ini sudah melatih beberapa tim Asia, termasuk timnas Arab Saudi.
Pizzi pernah memimpin Arab Saudi di Piala Dunia 2018. Meski gugur di fase grup, ia sempat kasih kemenangan penting atas Mesir-nya Mohamed Salah.
Prestasi paling ikonik Pizzi adalah saat membawa Chile juara Copa America 2016. Di final, Chile menang adu penalti lawan Argentina, momen yang terkenal banget karena Messi gagal penalti dan sempat umumkan pensiun dari timnas.
Dengan pengalaman menangani pemain top dunia seperti Alexis Sanchez, Pizzi jadi salah satu kandidat yang cukup menarik untuk Timnas Indonesia.
5. Felix Sanchez
Felix Sanchez juga jadi nama yang layak masuk radar PSSI. Pelatih asal Spanyol ini dikenal sebagai otak di balik lahirnyagenerasi emas Qatar yang ia bangun hampir 10 tahun.
Sanchez mulai dari bawah—melatih Qatar U-19, U-20, U-23, sampai akhirnya tim senior. Ia pun jadi sosok penting saat Qatar tampil di Piala Dunia 2022 sebagai tuan rumah, meski hasilnya belum maksimal.
Prestasi terbesar Sanchez datang saat ia membawa Qatar juara Piala Asia 2019 dengan rekor sempurna: 7 laga, 7 kemenangan! Bahkan mereka hampir tak kebobolan sampai final melawan Jepang.
Setelah pisah dari timnas Qatar, Sanchez menangani Al Sadd dan meraih gelar Liga Qatar 2024/2025, nunjukin kualitasnya tetap konsisten.

Comments (0)