
John Herdman pelatih baru Timnas Indonesia akhirnya datang ke Indonesia membawa harapan dan tanda tanya. Antara Harapan Baru Timnas Indonesia atau Korban Baru PSSI? Simak profil, perjalanan karier, prestasi, hingga kontroversi PSSI di sepak bola Indonesia. Simak selengkapnya di TemanHealing.id
Jakarta, 10 Januari 2025 – TemanHealing.id
Sepak bola Indonesia kembali membuka lembaran baru. Nama John Herdman kini resmi tertulis sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Sebuah keputusan yang langsung memantik diskusi, harapan, sekaligus skeptisisme publik. Pelatih berpengalaman level Piala Dunia ini diharapkan menjadi arsitek kebangkitan Garuda menuju target besar: Piala Dunia 2030.
John Herdman tiba di Indonesia pada Sabtu, 10 Januari 2026, dan tanpa banyak basa-basi, langsung memantau atmosfer sepak bola nasional lewat laga klasik Persib Bandung vs Persija Jakarta. Sebuah simbol awal: ia datang bukan hanya membawa CV mentereng, tapi juga rasa ingin tahu terhadap denyut sepak bola Indonesia yang penuh gairah—dan problem.
Yuk Bestie, simak informasi dan ulasan lengkapnya di bawah ini!
Penunjukan yang Sarat Makna
PSSI secara resmi menunjuk John Herdman pada 3 Januari 2026, melalui keputusan 15 anggota Komite Eksekutif bersama Direktur Teknik Alexander Zwiers. Kontrak dua tahun, dengan opsi perpanjangan dua tahun, menandakan bahwa PSSI ingin terlihat serius—setidaknya di atas kertas.
Namun publik sepak bola Indonesia sudah terlalu sering belajar: nama besar tidak selalu berarti perubahan besar. Maka wajar jika penunjukan ini terasa seperti bab baru dalam sinetron panjang sepak bola nasional—penuh drama, ekspektasi, dan plot twist.
Siapa Sebenarnya John Herdman?
Berbeda dari mayoritas pelatih yang dielu-elukan karena masa lalu sebagai pemain bintang, John Herdman justru datang dari jalur yang “asing” bagi kultur sepak bola Indonesia.
Lahir di Consett, Inggris, 19 Juli 1975, Herdman sejak muda sadar bahwa ia tidak akan menjadi pesepak bola profesional. Alih-alih mengejar mimpi yang tak realistis, ia memilih jalur yang lebih sunyi namun fundamental: pendidikan dan kepelatihan.
Kini, ia mengantongi lisensi UEFA Pro, level tertinggi kepelatihan di Eropa.
Di negara yang masih kerap mengagungkan nostalgia mantan pemain, Herdman adalah anomali—seorang pelatih murni, produk ilmu, bukan legenda masa lalu.
Baca juga:
Dari Selandia Baru hingga Piala Dunia
Nama Herdman mulai diperhitungkan saat membangun tim nasional putri Selandia Baru, membawa mereka tampil di Piala Dunia Wanita dan Olimpiade Beijing 2008, serta menjuarai Oseania 2010.
Puncaknya terjadi di Kanada.
Ia bukan hanya sukses bersama Timnas Putri Kanada—dua medali perunggu Olimpiade (2012 & 2016)—tetapi juga mencatat sejarah sebagai orang pertama yang membawa tim putra dan putri dari satu negara ke Piala Dunia.
Bersama Timnas Putra Kanada, Herdman mengakhiri penantian 36 tahun dengan lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar. Ini bukan keajaiban instan, melainkan hasil proses panjang dan disiplin sistemik.
Catatan Kontroversi dan Realitas Indonesia
Tahun 2024, namanya sempat terseret isu “drone spying scandal” saat melatih Toronto FC. Namun investigasi berakhir dengan peringatan ringan, tanpa sanksi berat.
Kontroversi ini menjadi catatan, bukan vonis.
Kini tantangan terbesarnya justru ada di Indonesia—sebuah negeri dengan antusiasme sepak bola luar biasa, namun kerap tersandung pada masalah tata kelola, konsistensi, dan kesabaran publik.
Herdman dikabarkan menerima gaji sekitar Rp 668 juta per bulan, angka yang mempertegas keseriusan investasi PSSI. Namun dalam sepak bola Indonesia, uang dan visi sering kalah oleh tekanan hasil instan.
Proyek Besar Bernama Indonesia
Indonesia bukan kertas kosong. Ia adalah naskah yang ditulis ulang berkali-kali oleh pelatih berbeda, dengan filosofi yang saling bertabrakan. Hari ini menyerang, besok bertahan, lusa bicara pembinaan, minggu depan berganti target.
Di sinilah Herdman akan diuji. Bukan sekadar soal formasi, melainkan ketahanan mental menghadapi ekosistem sepak bola yang gemar menyederhanakan masalah struktural menjadi kesalahan individu pelatih.
Di Indonesia, pelatih sering menjadi tameng kegagalan.
- Jika gagal: “tidak cocok dengan karakter pemain.”
- Jika setengah berhasil: “lumayan.”
- Jika sukses: kita lupa bahwa itu hasil kerja kolektif.
Agenda Padat Menanti
Tahun 2026 akan langsung menguji Herdman:
-
FIFA Series di SUGBK (Maret 2026)
-
FIFA Match Day: Juni, September, Oktober, November
-
Piala AFF 2026 mulai 25 Juli 2026
Sejarah menunggu, sementara publik sepak bola Indonesia terkenal tidak sabar menunggu proses.
Harapan, Tapi Jangan Naif
Menaruh harapan pada John Herdman itu wajar.
Namun menaruh harapan tanpa refleksi justru berbahaya.
Herdman adalah pelatih proses, bukan pesulap. Jika ia diberi ruang, waktu, dan kewenangan, Indonesia mungkin benar-benar menulis bab baru. Jika tidak, ia hanya akan menjadi satu lagi nama asing dalam daftar panjang pelatih yang “tidak cocok dengan sepak bola Indonesia”.
Sepak bola bukan sekadar skor dan peringkat FIFA.
Ia adalah cermin budaya organisasi, perencanaan, dan kesabaran sebuah bangsa.
Selamat datang di Indonesia, Mr. John Herdman.
Semoga kali ini, kita tidak lagi jatuh di lubang yang sama—lalu menyalahkan sepatu yang kita ganti.
Baca juga:
Tetap dukung Timnas Indonesia untuk jadi lebih baik lagi kedepannya ya Bestie, agar bisa mengharumkan nama bangsa di sepak bola dunia!
Kalau Bestie Healing sendiri, gimana pendapatmu soal pemilihan John Herdman sebagai pelatih baru timnas Indonesia?
Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya Garuda Fans!❤️
Semoga artikel ini bermanfaat! Terima kasih telah berkunjung di website kami TemanHealing.id.
Salam #BestieGaruda!
Yuk, jadi Bestie Healing kami dengan:
✉ 𝐂𝐨𝐧𝐭𝐚𝐜𝐭 & 𝐅𝐨𝐥𝐥𝐨𝐰 𝐔𝐬
Follow TemanHealing.id on your Social Media:
▶ Youtube
▶ Intagram
▶ Facebook
▶ Tiktok
▶ Snack Video: @temanhealing.id
Dan dapatkan informasi terkini dari TemanHealing.id seputar wisata, kuliner, dan berita menarik lainnya, ya!
Sampai ketemu di artikel selanjutnya.
#TemanHealing #TimnasIndonesia #JohnHerdman #PelatihTimnasIndonesia #PSSI #BeritaBola
Baca juga:
Penulis: TemanHealingID




Comments (0)